Ordered List

Sekelumit Informasi Peluang dan Tantangan Bisnis 2

Informasi tanpa jarak ruang dan waktu

Sekelumit Informasi Peluang dan Tantangan Bisnis 3

Informasi berbagai model bisnis belahan dunia

Sekelumit Informasi Peluang dan Tantangan Bisnis 5

Sukses bisa datang dan diawali adanya informasi

Minggu, November 30, 2008

Premium Masih Bisa Turun Lagi


Monday, 01 December 2008
PREMIUM TURUN HARGA, Seorang petugas mengisi bahan bakar premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, tadi malam. Pemerintah menurunkan harga premium per 1 Desember 2008 dari Rp 6.000 menjadi Rp 5.500 per liter.

JAKARTA(SINDO) – Sejak dini hari pukul 24.00 WIB tadi harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium telah diturunkan Rp500 dari Rp6.000 menjadi Rp5.500 per liter.Penurunan premium diperkirakan masih bisa sekali lagi. ”Kalau diturunkan hanya Rp500 masih bisa turun lagi.

Penurunannya kemungkinan ditunggu 2–3 bulan lagi,” ujar pengamat perminyakan Kurtubi di Jakarta kemarin. Kurtubi mengatakan, harga BBM jenis premium ini seharusnya berada di kisaran Rp4.500–5.500 per liter. Artinya, harga premium masih bisa turunhinggaRp1.000,sementaraharga solar turun hingga Rp500 per liter.

Penurunan tersebut dilihat berdasarkan harga minyak mentah dunia yang saat ini di kisaran USD50 per barel dan nilai tukar rupiah Rp12.000 per USD.Harga ini merosot dari posisi 147 dolar AS per barel pada pertengahan Juli 2008. ”Biaya pokok BBM Rp4.500–5.500. Itu dilihat berdasarkan harga minyak sekarang yang berada di kisaran USD50 per barel dan dolar Rp12.000 per USD,”ucap Kurtubi.

Selanjutnya, pada akhir Desember, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral akan mengevaluasi kembali harga disesuaikan dengan perkembangan harga minyak dunia. Namun, meski mengikuti harga minyak dunia, harga jual eceran premium bersubsidi ditetapkan paling tinggi Rp6.000 per liter.

”Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melakukan evaluasi terhadap harga jual eceran bahan bakar minyak tertentu setiap bulan,” kata Kepala Biro Hukum dan Humas Departemen ESDM Sutisna Prawira dalam keterangan pers di Jakarta. Penurunan harga ini diputuskan dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 38 Tahun 2008, tanggal 28 November 2008.

”Juga diatur bahwa harga minyak tanah dan solar tidak mengalami perubahan,”katanya. PT Pertamina (persero) mengamankan stok BBM menjelang penurunan harga BBM bersubsidi jenis premium. ”Sampai saat ini,stok BBM Pertamina secara keseluruhan cukup aman, yakni masih di atas 20 hari.

Kami akan pertahankan stok pada angka itu,” kata Vice President Communication PT Pertamina Anang Rizkani Noor di Jakarta kemarin. Dia mengatakan,Pertamina sudah mengantisipasi bahwa penurunan harga akan meningkatkan konsumsi premium. Meski demikian, Deputi Eksekutif ReforMiner Institute Nanda Avianto Wicaksono mengatakan, kendati harga turun Rp500,konsumsi premium hingga akhir tahun tidak akan mengalami lonjakan signifikan.

Disparitas harga premium dengan solar yang hanya terpaut hingga Rp1.000 tidak akan banyak menggeser pola konsumsi masyarakat dengan lebih dominan ke solar. “Ini akan menepis anggapan semua pihak,termasuk PT Pertamina bahwa konsumsi akan beralih lebih banyak ke premium.Dengan disparitas harga yang relatif rendah, penggunaan Pertamax tetap akan stabil.

Mungkin juga ini dilatari kualitas bahanbakarterkait,”ujarnya. Nanda menambahkan, pemerintah sebetulnya masih bisa melakukan penurunan harga premium dan solar secara bersamaan masingmasing Rp500 per liter. Menurut dia,penurunan ini akan berdampak lebih signifikan bagi penguatan daya beli masyarakat dibandingkan hanya menurunkan premium, terutama untuk menurunkan tekanan harga atau inflasi.

Terlebih, solar merupakan bahan bakar yang banyak dibutuhkan masyarakat secara keseluruhan dibandingkan premium. Nandamengatakan,dengan harga minyak dunia saat ini, penurunan solar bisa dilakukan bersamaan dengan premium masing-masing Rp500 per liter. Meski berpeluang menambah subsidi, pemerintah masih bisa menggunakan dana dari cadangan subsidi elpiji Rp9 triliun yang baru digunakan Rp3 triliun.

Ketua Komite Tetap Fiskal dan Moneter Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bambang Soesatyo mengatakan penurunan harga premium masih jauh dari harapan. Lebih jauh, penurunan ini seharusnya diterapkan kepada solar.“Penurunan harga Rp 500 per liter stimulus yang tidak efektif membangkitkan keyakinan dan kepercayaan diri masyarakat,” katanya.

Efektivitas penurunan harga BBM, ujar Bambang, baru terasa bila skala penurunan harga untuk premium minimal Rp1.500 per liter dan solar Rp1.000 per liternya.Menurut dia, penurunan harga BBM bersubsidi akan mendinamisasi kegiatan ekonomi rakyat dan memperkuat daya beli.

Pendapatan masyarakat yang terjaga ini amat dibutuhkan pengusaha untuk tetap bisa berproduksi di tengah perlambatan ekonomi. “Setelah sekian lama dibuat gelisah oleh potensi ancaman akibat krisis finansial dan kejatuhan nilai tukar rupiah, masyarakat dan dunia usaha kini butuh stimulus ekonomi guna membangkitkan keyakinan dan kepercayaan diri,”papar Bambang.

BBM Industri Turun

Sementara itu, terhitung mulai 1 Desember 2008 pukul 00.00 WIB, PT Pertamina menurunkan harga BBM industri antara 1,5–9,4% dibandingkan harga per 15 November 2008. Dalam siaran pers Pertamina di Jakarta, kemarin, penurunan harga itu disebabkan turunnya patokan harga minyak di pasar Singapura (mean oil platts of Singapore/ MOPS) meski kurs rupiah melemah terhadap dolar AS.

Sesuai keputusan, harga BBM industri jenis premium di wilayah 4 yang meliputi Instalasi Medan Group, Depot Panjang,Terminal Transit Tanjung Gerem,Depot Plumpang, Instalasi Tanjung Priok, Depot Cikampek, Instalasi Semarang/ Pengapon, dan Instalasi Surabaya Group adalah Rp5.652 per liter.

Adapun harga BBM industri jenis lainnya di wilayah yang sama adalah minyak tanah Rp6.483 per liter, minyak solar Rp5.763 ,minyak diesel Rp5.543, dan minyakbakar Rp3.594 per liter. Harga jual BBM industri itu belum termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) 10% dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) lima%. Kalau termasuk PPN dan PBBKB, harga premium adalah Rp6.500 per liter, minyak tanah Rp7.131, minyak solar Rp6.627 , minyak diesel Rp6.097, dan minyak bakar Rp3.644 per liter.

Penjualan Premium

Dari pantauan SINDO, stasiun pengisian bahan bakar (SBPU) di beberapa lokasi di Jakarta mengakui terjadinya penurunan penjualan BBM jenis premium. Di SPBU 3410 401 Kramat Raya, Jakarta Pusat, misalnya, biasanya untuk satu shift penjualan BBM bisa mencapai 6 ton, tapi saat ini menurun menjadi 5 ton.

”Ada penurunan sekitar 1–2 ton. Ini karena konsumen menahan diri untuk membeli BBM. Mereka umumnya menunggu harga baru yang lebih murah,” tandas pimpinan SPBU Arif Rahman. Dia berharap, ke depan penurunan harga BBM ini dapat meningkatkan omzet penjualan meski diakuinya peningkatan jumlah konsumen nantinya tidak terlalu signifikan, yakni berkisar antara 5–10%.

Sebab, kata dia,masyarakat saat ini lebih memilih pertamax atau pertamax plus karena selisih harga yang tidak jauh berbeda. Sejumlah SPBU di Kota Solo, Jawa Tengah, juga mengaku mengalami penurunan angka penjualan BBM jenis premium sejak beberapa hari menjelang penurunan harga.

Pengawas lapangan SPBU 44.571.13 Kerten, Solo,Yudho mengaku, SPBU-nya telah merasakan penurunan jumlah penjualan sejak hari Jumat (28/11) silam. Besarnya penurunan tersebut tiap harinya mencapai 2.000 kl (2 ton).“Tapi yang paling terasa itu hari ini (kemarin). Biasanya (sebelum Jumat) setiap hari bisa menjual antara 11–12 ton,hari ini baru 9 ton,”ujarnya.

Padahal, lanjut dia, stok BBM jenis premium yang masih ada di SPBU tersebut mencapai sekitar 27 ton. “Sampai nanti pukul 00.00 WIB,diperkirakan masih sisa stok 25-26 ton. Jadi ruginya yang tinggal dikalikan dengan Rp500 saja,”paparnya. Manajer SPBU 44.571.20 Sumber, Solo, Sumarsono, mengatakan, penurunan jumlah penjualan SPBU-nya mulai terasa sejak Sabtu (29/11).

“Sampai hari ini (tadi malam) turun sampai 30%. Hari biasa bisa menjual 10 ton per hari,”ungkapnya tadi malam.Namun, pihaknya tidak bisa membiarkan stok habis lantaran pihak Pertamina telah meminta agar setiap SPBU menjaga stoknya. Dia menjelaskan, penurunan harga ini membawa kerugian bagi tiap SPBU.

Alasannya, setiap SPBU tidak mungkin bisa menjual habis stok BBM yang ada di tangki pendam. Penurunan penjualan BBM jenis premium juga terjadi di beberapa daerah lain seperti Yogyakarta,Palembang, Medan, dan Makassar. (muhammad ma’ruf/ zaenal muttaqin/sucipto/ fefy dwi haryanto/maha deva/okezone)